Seseorang berwajah bening itu selalu membuat jantungku berdegup kencang. But I can control my self, sehingga aku mampu bersikap wajar dan menjabat tangannya dengan tenang. Hanya sedikit tersenyum, tapi agak kaku.
In my imagine : Aku berlari menyambutnya lalu memeluk tubuhnya dengan penuh kerinduan.
Backsound : Kuch-Kuch Hota Hai (song by Udit Narayan and Alka Yagnik)
Inilah pertemuan kedua dengannya. Dia mengajakku bertemu di sebuah tempat yang menurutku tepat – yaitu Monas. Hahaha.. Ada apa dengan Monas? Entahlah, bagiku selama tugu Monumen Nasional itu masih berdiri tegak, maka semangatku untuk meraih mimpi-mimpiku di kota dengan penduduk hampir 8,5 juta ini terbuka lebar. Itu alasan pertama, sedang alasan kedua adalah malam hari – sekitar jam 7 malam. Jika Paris punya Menara Eiffel, maka Jakarta memiliki Monas. Fuih…
In my imagine : Aku duduk di kursi taman, seseorang berwajah bening itu menyandarkan kepalanya di pundak kananku. Kami berdua menatap cahaya Monas. Aku pun berbisik lembut padanya, “Love you.” Dia tersenyum malu, kulitnya yang putih terlihat memerah. “Love you too,” balasnya. Seketika itu puluhan kembang api memancar indah di langit dan tugu Monas pun berubah menjadi Menara Eiffel.
Backsound : Eiiffel I am In Love (song Melly Goeslow)
Kami berjalan pelan seraya kedua mata kami berputar mencari tempat duduk yang nyaman dan cukup terang. Dia mengambil sebuah buku kecil dengan kombinasi warna black and magenta lalu menunjukkan padaku. “Buku ini bagus,” katanya singkat. Aku mengambilnya dan membukanya acak. Sekali lagi dengan tenang.
My heart say : Makasih banget ya, ternyata kamu perhatian sama aku. Kamu tahu aku suka buku dan hobi baca. Makasih ya, hehe…
Kami duduk berdampingan dengan cahaya yang cukup terang. Aku meliriknya, satu dua tiga detik. Saat dia menoleh padaku, aku pura-pura memalingkan pandanganku. Uh, topi yang selalu melekat di kepalanya menghalangiku menatap wajahnya.
In my imagine : Saat aku membuka topinya, dia sedikit kaget. Aku tersenyum padanya dan kini…. aku bisa memandang wajahnya dengan jelas.
Backsound : Terpesona (song by Audy feat Glenn Fredly)
Dia menceritakan sebuah persoalan yang tengah menyelimutinya padaku. Aku tidak mampu mengatakan apa pun kecuali menjadi pendengar yang baik. Sebuah persoalan yang rumit, komplek dan… entahlah. Dan aku tidak bisa membantunya selain mengucap doa dalam hati.
My heart pray : Kamu harus sabar ya, jadilah orang yang berjiwa besar sehingga kamu bisa berdiri tegar menghadapi sekelumit permasalahan hidup ini. Tidak usah resah, hidup di dunia memang penuh cobaan dan hanya sementara. Setiap orang pasti pernah melakukan kesalahan, dan yang terpenting adalah orang tersebut mau berubah… La tahzan, Innallaha ma’amana… Jangan bersedih, sesungguhnya Allah SWT bersama kita…
Dia juga menceritakan semua tentang dirinya, termasuk masa lalunya. Aku tidak akan menuliskannya, cukup aku saja yang tahu dan aku akan menjaga kepercayaanya padaku. I can keep your secret…
Ceritanya mengalir dan tiba-tiba… sepenggal kisahnya membuat hatiku tersayat, kecil tapi sakit dan perih. Aku hampir tidak percaya jika dia pernah melakukan perbuatan yang sangat bodoh saat di usia putih abu-abu. Tapi aku tidak bisa menyalahkannya begitu saja, karena aku tahu… mungkin dia dalam proses mencari jati dirinya. Dan perang melawan nafsu itu sangat berat. Aku sendiri yang mengerti sedikit tentang agama dan pernah menjadi aktivis dakwah kampus pun seringkali dikalahkan sebuah nafsu…
Aaarrrrrrggggghhhhhhhhhhh…… Aku ingin berteriak sekencang-kencangnya.
My heart say : Berjalanlah terus untuk masa depanmu, kamu boleh sesekali menengok ke belakang tapi jangan mundur… walaupun selangkah. Aku ingin sekali membantumu dan mungkin jika kamu mengijinkan, aku ingin berjalan berdampingan denganmu. Aku tidak peduli dengan kisah masa lalumu, dan aku juga tidak peduli dengan kekuranganmu. Nobody’s perfect, begitu juga dengan aku. Maukah kamu menerimaku?
Backsound : Like a Song (song by Lenka)
…
waduh kok jadi gitu mas…apa maksudnya Maassss..