CCA (Catatan Calon Abi) #1 “Test Pack”

Posted: 04/22/2014 in Cerita Pengalaman

Gak berasa nih, waktu cepat bergulir. Dari masa jomblo, sekarang sudah punya istri, hihihi… *ceileh sombong nih pengantin baru* Tepatnya, tanggal 8 Maret 2014 terucap kalimat sakral di depan penghulu dan dua saksi. “Saya terima nikah dan kawinnya Septia Indah Rosiana dengan mas kawin tersebut tunai.” Alhamdulillah, tamat sudah FTV “Petualangan si Jomblo Kece yang Galau” di tutup adegan yang sangat mengharukan. Ini yang seharusnya menjadi sentilan untuk cerita FTV, endingnya tidak pernah ada yang berakhir di Ijab Qobul. Yang paling sering menjadi ending FTV adalah adegan dua sedjoli bergandengan tangan di pinggir pantai, atau adegan kumpul keluarga yang menunjukkan bahwa hubungan mereka sudah direstui dan semua pemain tertawa lepas, lalu credit title. Selalu bisa ditebak. Oke, skip dulu, saya tidak akan membahas FTV.

Masa-masa setelah pernikahan, justru yang banyak cerita. Banyak adegan-adegan drama yang cocok untuk pengembangan cerita FTV selama ini. *aduh, kenapa bahas FTV lagi -_-* *skip*

Beberapa minggu kemudian…

Setiap pagi istri mengeluh mual-mual pengen muntah. Wah, jangan-jangan istri hamil. Saat itu, yang saya rasakan ada dua hal. Pertama adalah dugaan, kedua adalah berharap dugaan itu benar – positif hamil. Setelah mendapat pesan dari istri untuk beli test pack, sepulang kerja saya mampir ke apotek. Begitu masuk apotek, cukup ramai pembeli dan beberapa orang duduk-duduk di kursi tunggu. Sebentar, saya perhatikan kok pembelinya perempuan semua, yang melayani pengambilan obat perempuan, kasirnya juga perempuan. Saya nggak salah masuk apotek khusus perempuan kan? Ya kali apotek kayak Commuter Line (CL), ada gerbong khusus perempuan. Pernah sekali salah masuk gerbong khusus wanita, langsung mendapat lirikan tajam nan sadis dari para perempuan. Mungkin diantara lirikan mereka, ada lirikannya Dinda hihihi… *maklum, waktu itu baru awal-awal naik CL*

Kembali ke apotek. “Mbak, beli test pack,” ucap saya pelan. Lagi-lagi dapat lirikan mbak-mbak yang mengantre di sebelah saya. Mungkin tampang saya yang masih muda *ehem* tidak ada tampang suami, sedikit dicurigai sebagai pemuda yang baru saja menghamili pacarnya, hihihihi… Mungkin lain kali saya perlu membawa tulisan SUAMI SIAGA yang ditempel di jidat 😀komik test pack

Saya pulang ke rumah membawa dua test pack dengan merk yang berbeda, untuk memastikan keakuratannya. Keesokan harinya, saatnya menguji test pack pada urine pertama di pagi hari. Sedkit menegangkan. Dan sebagai suami, saya sih berakting stay cool aja, tidak tahu bagaimana mengekspresikan rasanya dag-dig-dug, hehe…

“Mas, stripnya dua sih, tapi kok strip satunya nggak jelas ya?” ucap istri seraya mengangkat test packnya . Saya memperhatikan alat yang bernama test pack itu cukup lama. Tanpa kata. Ceritanya makin penasaran. Benarkah positif? Kamera zoom ke wajah istri, kemudian zoom ke wajah suami. Bersambung besok pagi, mau mencoba test pack yang satunya.

Keesokan harinya setelah dicoba, ternyata hasilnya sama saja. “Mas, strip satunya kok masih nggak jelas ya?”

“Kita ke dokter saja.”

Setelah hasil googling dan nanya ke teman-teman terdekat, akhirnya kita memutuskan ke RS Sari Asih Ciledug. Saat itu, tanggal 14 April 2014. Sepulang kerja, tanpa ganti baju saya langsung mengantar istri menuju rumah sakit. Jaraknya tidak terlalu jauh dari rumah. Katanya sih RS disini cukup bagus. Setelah melihat daftar nama-nama dokter spesialis kandungan, pilihan kita jatuh pada dokter Arum Purnagari, Sp.OG. Sepertinya dokter baru, karena track record-nya di internet belum ada, hehe… Yang paling terkenal adalah dokter Roza *terkenal juteknya :p* dan dokter Wisnu. Ada dua teman yang sudah berpengalaman lahiran di rumah sakit tersebut, tidak merekomendasikan ke dokter Roza. Tapi waktu saya duduk di ruang tunggu, antrean pasiennya dokter Roza kok cukup banyak. Hmmm… sebenarnya pengen ke dokter Wisnu, tapi istri mau dokternya cewek. Ya sudahlah, semoga kita cocok sama dokter Arum. Kita cari dokter yang pro lahir normal, pro ASI dan pro IMD (Inisiasi Menyusu Dini) *cieeee… efek setelah baca buku Ayah ASI nih*

Ternyata setelah di USG, belum terlihat apa-apa. Tapi kata dokter Arum, “Usia kandungannya masih sangat muda, jadi belum terlihat di USG.  Tiga minggu lagi datang kesini, kemungkinan sudah terlihat. Selamat ya, sudah positif hamil.”

Lagi-lagi saya tidak bisa mengekspresikan rasa senang ini, tidak ada adegan koprol dan jungkir balik di ruang dokter. Senyuman bahagia terukir di senyum kita berdua. Alhamdulillah. ***

Iklan
Komentar
  1. bukanlampuneon berkata:

    Cie mas oki bentar lagi jadi Pak Oki..
    Selamat ya mas..
    😀

  2. bukanlampuneon berkata:

    selamat ya mas 😀 hihi

  3. ACupOfTea berkata:

    Assalamu’alaikum..
    Selamat ya atas kehamilan istrinya.
    Btw mau nny Dr arum enak ga ya orgnya?udh kontrol lg blm?makasih sblmnya 🙂

  4. oclink berkata:

    maaf ya baru bales… dr.arum enak, sabar, tapi kurang informatif klo ga ditanya ga ngasih tau, ga ngasih wejangan. kita ganti dokter, kita haus informasi, hehe…

  5. fikih gintana berkata:

    Assalamualaikum…
    mau tanya mas..
    karena tadinya mau ke dokter arum, tapi berhubung infonya kurang informatif, jadi mikir2.
    sama2 cari dokter cewe jg soalnya..
    jadinya pindah ke dokter mana?

  6. oclink berkata:

    walaykumsalam, belum nemu dokter yang menurut kita cocok di daerah ciledug hehe… pengennya dokter anita di bhakti asih tapi udah pindah 😦 akhirnya kita masih di dokter wisnu Sari Asih

  7. Dika berkata:

    saran aja sih cari dokter ce aja biar lebih nyaman..skrg pas msh kontrol hamil ga berasa risih nya..nah ntar kalo dah hari H..Masya Allah habis babak belur diacak2..sy aja yg ama dokter ce (dr.arum sari asih) masih risih aja hehe.. 😛

  8. benny berkata:

    Saat ini sy sdg antri nunggu panggilan dr arum (anter istri periksa pertama pd kehamilan kedua), klo stlh ketemu nti kami kurang sreg, mgk kami beralih ke dr oni khonza, dr spog langganan kami saat kehamilan anak pertama kami. Oni khonza menurut sy cukup informatif, ramah, detail n slalu mmberikn penjelasan yg gampang dimengerti, berjilbab jg. Dl dr oni praktek di rsia cempaka putih n rsia tambak jakpus, jd msh mjdi pertimbangan kami karena jarak tempuh lebih jauh (dl kami ngontrak di cempaka putih gp skrg berumah di samping kampua stan). Buat rekan, klo ada yg sdh nemu dr spog recommende utk wil tangsel, mohon di share dsini. Terima kasih.

  9. abiray berkata:

    Saat ini saya dan istri hanya mengandalkan RS Sari Asih karena dekat dengan rumah, menurut saya dokter kandungannya biasa aja, masih belum nemu dokter kandungan yang bagus. Kelabihan di RS Sari Asih, perawatnya semua berjilbab dan cukup ramah, dan Pro ASI.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s