Arsip untuk September, 2014

CCA5

Jagoanku sudah berumur 28 minggu. Tepat 7 bulan. Alhamdulillah. Kalimat syukur terus kusebut saat melihat dede bayi seolah berenang di dalam air ketuban. Tangannya terlihat menggenggam, kakinya bergerak menendang, dan bibirnya terlihat mungil. Lucu sekali, aku tak sabar menantikan kelahirannya. Mirip siapa ya nanti, mirip aku atau istriku? Atau mirip eyang putri dan eyang kakung, atau malah mirip Arjuna di serial Mahabarata, mirip Aliando di sinetron GGS (Ganteng-Ganteng Serigala), atau mirip Adipati Dolken pemeran Keenan di film Perahu Kertas. Hahaha… entah mirip siapa, yang jelas dede bayi adalah anak kebanggaan Abi yang senantiasa kami jaga. Berikut adalah 7 penjaganya:

1. Manggis
“Kabar gembira untuk kita semua, kulit manggis kini ada ekstraknya.” Ini bukan iklan Mastin ya, tapi hanya meminjam sepenggal jingle iklan TV yang terkenal itu buat opening. Berkaitan dengan buah manggis, ternyata sangat bagus untuk ibu hamil. Kandungan yang terdapat dalam buah manggis mampu memberikan asupan nutrisi selama kehamilan. Karena buah manggis mengandung vitamin C, asam folat dan mangan. Kemarin istri tiba-tiba minta dibeliin buah manggis. Aku beliin di pasar Cipadu, sekilo dua puluh lima ribu. Aku tawar sepuluh ribu disewotin sama penjualnya. Akhirnya kena dua puluh ribu sekilo, tapi sama penjualnya dikurangin satu buah manggisnya. Dasar bapak-bapak nggak jago nawar hehe…

Tidak hanya manggis, alpukat dan jeruk juga mengandung asam folat. Untuk bumil dianjurkan memperbanyak konsumsi buah-buahan. Oh iya, kurma juga sangat bagus karena kandungan zat besi yang dapat membantu hemoglobin mengingat ibu hamil sangat rentan terhadap anemia. Hemoglobin normal 12-14 g/dL. Waktu pemeriksaan laboratorium di RS Bhakti Asih kemarin, hasil hemoglobin istri 10,5 g/dL. Wah, harus banyakin makan kurma nih. Tapi kata dokter Wisnu di RS Sari Asih, masih termasuk normal. Semoga istri dan dede bayi baik-baik saja.

2. No Seafood
Aku dan istri paling doyan seafood. Tapi selama kehamilan, kita berdua puasa seafood dulu. Loh, kok bapaknya ikut-ikutan ga makan seafood. Iya, seafood kan mahal hehe…*edisihematbeib* Beneran, seafood tidak baik dikonsumsi untuk bumil. Dikhawatirkan mengandung merkuri atau logam yang berbahaya bagi perkembangan janin. Hmmm… padahal kita pengen banget makan gratis di Loby Lobster saat perayaan ulang tahun. We are what we eat, berhati-hatilah dengan apa yang kita makan. Apalagi seafood memiliki kadar kolesterol yang tinggi dan berbahaya bagi yang alergi *alergimakananmahal*

Yang perlu diperhatikan lagi adalah makan daging. Daging memang kaya dengan zat besi, tetapi kualitasnya harus bagus dan dimasak sempurna. Daging sapi atau steak terkadang dimasak “medium well” agar juicy dan tidak alot. Itu berbahaya, karena mengandung bakteri yang memicu sakit perut. Kita makan ayam dan ikan air tawar dulu ya demi kesehatan dede bayi. Boleh saja ke Holicow, asal dimasak “welldone” dan pas ultah aja ya hehe…

3. No Kosmetik
“Kamu cantik, meski tanpa bedak.” Lirik lagunya Tulus yang judulnya Satu Hari Di Bulan Juni cocok banget buat bahas tema kosmetik. Bukan berarti ibu hamil tidak boleh berdandan, tapi perlu diperhatikan kosmetik yang dipakai. Berikut nama kandungan kimia yang terbukti berbahaya dan dilarang oleh Badan Pengawas Obat-obatan dan Makanan (BPOM); Merkuri (disalahgunakan pada krim dan losion pemutih kulit yang menyebabkan gangguan pada perkembangan janin), Hidrokinon, Asam Retinoat/Retionic Acid (biasanya terdapat pada obat jerawat), Resorsinol, Diethylene Glycol (DEG), Bahan Pewarna Merah K.3, Merak K.10 dan Jingga K.1 (zat warna sintesis pewarna tekstil yang disalahgunakan pada lipstik, eye shadow, perona pipi). Untuk daftar kosmetik yang telah terdaftar di BPOM dapat diakses di www.pom.go.id

Istri paham betul dengan hal ini, walau tanpa kosmetik istriku tetap cantik kok. Kalau bilang nggak cantik siap-siap digaplok sandal jepit, lebih gawatnya lagi kalau sampai mogok masak. Bencana deh. Hahaha…

4. Be Positive, Fun and Happy
Jangan sampai ibu hamil mengalami stres, karena akan berpengaruh terhadap perkembangan janin. Jika senantiasa berpikir positif, rileks, dan selalu senang, tubuh akan menghasilkan hormon oksitosin dan endorphin yang berfungsi sebagai antinyeri alami, melancarkan peradaran darah, metabolisme tubuh lancar dan membuat ibu hamil merasa nyaman. Dan tentu berkaitan dengan sel saraf di otak janin dapat berkembang optimal. Wah, ini tugas utama suami untuk membuat senang istrinya. Backsound lagunya The Corrs, “What can I do to make you happy?”

5. Diajak Ngobrol
Di usia 6 bulan janin sudah bisa mendengarkan suara. Mengajak bicara dengan suara lembut, calon buah hati akan mengenal kalau orang tuanya adalah sosok yang penuh kasih sayang. Aktif berbicara, mendongeng atau bernyanyi. Disertai dengan mengelus-elus perut, ternyata usapan lembut pada perut mampu menstimulasi kecerdasan anak.

6. Musik Klasik
Memasang musik klasik pada janin di kandungan akan membuatnya pintar. Benarkah? Pasalnya intelegensia ditentukan 60-80% oleh gen. Menurut buku yang kubaca – judulnya Kamus 505 Mitos & Fakta karya Nadia Mulya – dijelaskan bahwa suara yang membuat janin tenang adalah suara yang teratur seperti detak jantung Ibu, sementara musik klasik memiliki frekuensi 5.000 – 8.000 Hz, sesuai dengan detak jantung janin. Karya Mozart memiliki frekuensi terbanyak yang hampir semuanya bernada mayor serta teratur dari segi tempo dan struktrur nada.

Bahkan peneliti di University of California tahun 1993 menemukan “The Mozart Effect”, yaitu mahasiswa yang mendengarkan sonata piano Mozart sebelum ujian menunjukkan hasil yang lebih baik selama 15 menit dibandingkan mahasiwa yang mendengarkan lagu lain atau tidak mendengarkan lagu sama sekali. Dasar pemikiran inilah yang mendasari menggunakan karya Mozart untuk meningkatkan kecerdasan pada janin.

Pada dasarnya, Istri memang suka mendengarkan musik klasik. Sah-sah saja selama membuat istri rileks dan senang, karena akan dirasakan oleh janin. Bukan mengharapkan hasil yang muluk, kalau nanti dede bayi lahir dengan otak genius, bisa jadi dari gen orang tua *ehem… uhuk!*, bisa jadi pengaruh dari musik klasik, dan yang pasti kekuasaan sang Pencipta.

7. Lantunan Al-Quran
Bagi umat muslim, Al-Qur’an adalah sebaik-baik bacaan yang diperdengarkan. Mendengarkan bacaan ayat Alquran yang disenandungkan secara merdu memiliki gelombang alpha pada otak bayi. Ini juga menjadikan pikiran yang tenang, kesehatan dan intelejensi meningkat. Bahkan dalam scan dan ulltrasonografi (USG) menunjukkan bayi bersujud ketika dibacakan ayat Alquran. MasyaAllah.

Nah, itu seven guards-nya. Semoga istri dan dede bayi sehat selalu. Rasanya sudah tidak sabar menunggu lahiran, menggendong buah hati dengan penuh cinta.

*sumber: konsultasi langsung dengan lulusan mahasiswi UI jurusan Kesehatan Masyarakat *colek istri pake pensil gambar yang mengaku tidak salah ambil jurusan*, dokter spesialis kandungan, buku Kamus 505 Mitos & Fakta karya Nadya Mulya, buku Catatan Ayah Asi – www.ayahasi.org , dan mbah google.

Jpeg

TERAKHIR KONTROL KANDUNGAN, sekitar sebulan yang lalu menjelang lebaran. Sepulang kerja aku langsung bergegas untuk mengantar istri ke RS Sari Asih – Ciledug. Kali ini, kita akan bertemu dengan dokter Wisnu. Setelah kita cari referensi dari beberapa blog, ocehan para ibu di forum ibu hamil dan kata orang-orang terdekat, dokter Wisnu recomended. Sebelum bertemu dokter Wisnu, berikut adalah list shoping dokter yang pernah kita kunjungi:

Yang pertama adalah dokter Arum di RS Sari Asih – Ciledug, dua kali kita kontrol dengan dokter muda ini. Menurutku dokter Arum mirip artis sinetron jaman dulu yang punya tahi lalat di bawah bibir, aduh lupa siapa nama artisnya. Seangkatan sama Lulu Tobing di sinetron Tersanjung. Penilaian kita terhadap dokter Arum, kita merasa kurang puas walaupun dia mirip artis sinetron yang sudah tidak terkenal lagi. Menurutku sih agak pelit informasi, kurang menjelaskan dengan gamblang dan tidak memberi wejangan terkait kehamilan. Kalau kita tidak aktif bertanya, ya tinggal USG aja trus dikasih resep. Kalau cara kerja dokter spesialis seperti itu, yang kelihatan pinter itu alat USG-nya bukan dokternya. Mohon maaf dokter Arum, kita memutuskan untuk mencoret nama Anda.

Pilihan yang kedua adalah dokter Hendri di Klinik PMC (Petukangan Medical Center). Awalnya sih kita ragu untuk kontrol di klinik, takut pelayanannya lebih buruk dari rumah sakit. Tapi setelah kita coba, ternyata dokter Hendri sangat ramah dan welcome. Walau antrinya juga lumayan sih, sampai para bapak-bapak pengantar bumil ga dapat tempat duduk. Dan, dokter Hendri berhasil memuaskan kami yang haus informasi. Waktu USG pun, dokter Hendri menjelaskan dengan detil bagian organ si debay (dede bayi). Kekhawatiran istri pun diredakan dengan wejangan positif, bahwa semua baik-baik saja. Ini baru dokter spesialis, ga hanya baca hasil layar USG. Selamat dokter Hendri, nama Anda masuk ke dalam check list kami.

Ketiga, kita dapat rekomendasi dari mertua untuk ke RSB (Rumah Sakit Bersalin) Avisena dengan dokter Erwin. Luar biasa, antrinya itu sangat panjang. Begitu masuk Avisena, mataku langsung merasa kurang nyaman dengan lukisan dinding tembok di ruang tunggu yang kusam. Kenapa tidak pake wall stiker aja, tinggal printing di poncol atau benhill. Apalagi monitor komputer di meja resepsionis masih berkonde, entah pentium berapa. Belum lagi kartu berobatnya yang masih manual ditulis tangan, tidak menggunakan card seperti kartu ATM. Jadul banget kan? Kita pun duduk manis di ruang tunggu menanti nama istri dipanggil. Nama-nama bumil pun dipanggil, tapi baru dipanggil sebentar saja sudah keluar. Prediksiku per orang untuk melakukan konsultasi dengan dokter dan pemeriksaan USG paling cepat 10 menit, disini hanya 2 menit. Akhirnya nama istri dipanggil. Langsung sama dokternya disuruh berbaring. Diolesi cairan – entah apa namanya – untuk USG sama perawatnya, lalu dokter Erwin memeriksa sebentar. Sial, alat USG jadul! Tidak bisa melihat bagian organ tubuh debay dengan detil, dan si dokter hanya bilang sehat. Berat tidak dikasih tahu, usianya berapa minggu berapa hari juga tidak dikasih tahu. Parahnya adalah cairan yang diolesin di perut istri suruh bersihin sendiri. Perawatnya bilang, “Itu Bu, tissuenya ada di samping.” Semprul, pelayanan macam apa kayak gini. Jangan-jangan nanti kalau bersalin di Avisena, suruh lahiran sendiri. Huh! Mohon maaf dokter Wisnu dan RSB Avisena, kita memutuskan untuk mem-blacklist nama Anda.

Keempat, akhirnya kita duduk di ruang tunggu mengantri untuk dokter Wisnu di RS Sari Asih. Sebelum kujelaskan bagaimana dokter Wisnu ini, mari kita lihat suasana di RS Sari Asih ini. Dimulai dari seragam perawatnya, warna bajunya hijau pupus dipadu kerudung shocking pink. Hmmm… menurutku mirip bunga berjalan. Terus desain logo RS Sari Asih yang mirip logo ON Clinic, hehe…gatal nih tangan pengen redesain logonya. Oke, abaikan hal-hal kecil itu. Kita akan membahas masalah besar, yaitu layanan BPJS. Ceritanya kita mau mencoba memanfaatkan BPJS. Ternyata kartu yang dulunya ASKES ini, sedikit merepotkan. Mulai mengurusnya kudu antri di kantor BPJS, trus harus menyertakan surat rujukan dari puskesmas dengan pelayanan yang super super super slow banget. Ibarat nonton film india berdurasi 3 jam dan diberi efek slow motion. Sempurna banget Puskesmas Inpres Larangan Utara ini. Dan ternyata pelayanan BPJS di RS Sari Asih hanya berlaku Senin-Jumat pukul 8 pagi – 11 pagi. Kok BPJS kayak sistem paket internet ya? Akhirnya kartu BPJS gagal digunakan, lha wong dokternya adanya sore. *elap keringet*

Oh iya, belum diceritakan tentang dokter Wisnu. Dokter Wisnu orangnya ramah dan berhasil memuaskan pertanyaan-pertanyaan kita. Kita cocok dengan dokter Wisnu. Dokter Wisnu bilang, dia pro normal. Ini yang kita cari. Tapi terkait dengan pelayanan BPJS, kebijakan dari RS Sari Asih untuk lahiran normal tidak bisa menggunakan BPJS. Hmmm… semua ada plus minusnya. Dan kami mengucapkan selamat untuk dokter Wisnu, nama Anda masuk ke dalam check list kami.

Tidak puas sampai disini, kami akan terus mencari dokter kandungan dan rumah sakit yang benar-benar pas buat kami. Kok pilih-pilih banget sih. Harus dunk, kami sebagai calon orang tua akan memberikan yang terbaik buat debay. Karena anak adalah amanah dari sang pencipta. So, who’s the next doctor? ***