CCA (Catatan Calon Abi) #4 “Shopping Dokter”

Posted: 09/01/2014 in Cerita Pengalaman

Jpeg

TERAKHIR KONTROL KANDUNGAN, sekitar sebulan yang lalu menjelang lebaran. Sepulang kerja aku langsung bergegas untuk mengantar istri ke RS Sari Asih – Ciledug. Kali ini, kita akan bertemu dengan dokter Wisnu. Setelah kita cari referensi dari beberapa blog, ocehan para ibu di forum ibu hamil dan kata orang-orang terdekat, dokter Wisnu recomended. Sebelum bertemu dokter Wisnu, berikut adalah list shoping dokter yang pernah kita kunjungi:

Yang pertama adalah dokter Arum di RS Sari Asih – Ciledug, dua kali kita kontrol dengan dokter muda ini. Menurutku dokter Arum mirip artis sinetron jaman dulu yang punya tahi lalat di bawah bibir, aduh lupa siapa nama artisnya. Seangkatan sama Lulu Tobing di sinetron Tersanjung. Penilaian kita terhadap dokter Arum, kita merasa kurang puas walaupun dia mirip artis sinetron yang sudah tidak terkenal lagi. Menurutku sih agak pelit informasi, kurang menjelaskan dengan gamblang dan tidak memberi wejangan terkait kehamilan. Kalau kita tidak aktif bertanya, ya tinggal USG aja trus dikasih resep. Kalau cara kerja dokter spesialis seperti itu, yang kelihatan pinter itu alat USG-nya bukan dokternya. Mohon maaf dokter Arum, kita memutuskan untuk mencoret nama Anda.

Pilihan yang kedua adalah dokter Hendri di Klinik PMC (Petukangan Medical Center). Awalnya sih kita ragu untuk kontrol di klinik, takut pelayanannya lebih buruk dari rumah sakit. Tapi setelah kita coba, ternyata dokter Hendri sangat ramah dan welcome. Walau antrinya juga lumayan sih, sampai para bapak-bapak pengantar bumil ga dapat tempat duduk. Dan, dokter Hendri berhasil memuaskan kami yang haus informasi. Waktu USG pun, dokter Hendri menjelaskan dengan detil bagian organ si debay (dede bayi). Kekhawatiran istri pun diredakan dengan wejangan positif, bahwa semua baik-baik saja. Ini baru dokter spesialis, ga hanya baca hasil layar USG. Selamat dokter Hendri, nama Anda masuk ke dalam check list kami.

Ketiga, kita dapat rekomendasi dari mertua untuk ke RSB (Rumah Sakit Bersalin) Avisena dengan dokter Erwin. Luar biasa, antrinya itu sangat panjang. Begitu masuk Avisena, mataku langsung merasa kurang nyaman dengan lukisan dinding tembok di ruang tunggu yang kusam. Kenapa tidak pake wall stiker aja, tinggal printing di poncol atau benhill. Apalagi monitor komputer di meja resepsionis masih berkonde, entah pentium berapa. Belum lagi kartu berobatnya yang masih manual ditulis tangan, tidak menggunakan card seperti kartu ATM. Jadul banget kan? Kita pun duduk manis di ruang tunggu menanti nama istri dipanggil. Nama-nama bumil pun dipanggil, tapi baru dipanggil sebentar saja sudah keluar. Prediksiku per orang untuk melakukan konsultasi dengan dokter dan pemeriksaan USG paling cepat 10 menit, disini hanya 2 menit. Akhirnya nama istri dipanggil. Langsung sama dokternya disuruh berbaring. Diolesi cairan – entah apa namanya – untuk USG sama perawatnya, lalu dokter Erwin memeriksa sebentar. Sial, alat USG jadul! Tidak bisa melihat bagian organ tubuh debay dengan detil, dan si dokter hanya bilang sehat. Berat tidak dikasih tahu, usianya berapa minggu berapa hari juga tidak dikasih tahu. Parahnya adalah cairan yang diolesin di perut istri suruh bersihin sendiri. Perawatnya bilang, “Itu Bu, tissuenya ada di samping.” Semprul, pelayanan macam apa kayak gini. Jangan-jangan nanti kalau bersalin di Avisena, suruh lahiran sendiri. Huh! Mohon maaf dokter Wisnu dan RSB Avisena, kita memutuskan untuk mem-blacklist nama Anda.

Keempat, akhirnya kita duduk di ruang tunggu mengantri untuk dokter Wisnu di RS Sari Asih. Sebelum kujelaskan bagaimana dokter Wisnu ini, mari kita lihat suasana di RS Sari Asih ini. Dimulai dari seragam perawatnya, warna bajunya hijau pupus dipadu kerudung shocking pink. Hmmm… menurutku mirip bunga berjalan. Terus desain logo RS Sari Asih yang mirip logo ON Clinic, hehe…gatal nih tangan pengen redesain logonya. Oke, abaikan hal-hal kecil itu. Kita akan membahas masalah besar, yaitu layanan BPJS. Ceritanya kita mau mencoba memanfaatkan BPJS. Ternyata kartu yang dulunya ASKES ini, sedikit merepotkan. Mulai mengurusnya kudu antri di kantor BPJS, trus harus menyertakan surat rujukan dari puskesmas dengan pelayanan yang super super super slow banget. Ibarat nonton film india berdurasi 3 jam dan diberi efek slow motion. Sempurna banget Puskesmas Inpres Larangan Utara ini. Dan ternyata pelayanan BPJS di RS Sari Asih hanya berlaku Senin-Jumat pukul 8 pagi – 11 pagi. Kok BPJS kayak sistem paket internet ya? Akhirnya kartu BPJS gagal digunakan, lha wong dokternya adanya sore. *elap keringet*

Oh iya, belum diceritakan tentang dokter Wisnu. Dokter Wisnu orangnya ramah dan berhasil memuaskan pertanyaan-pertanyaan kita. Kita cocok dengan dokter Wisnu. Dokter Wisnu bilang, dia pro normal. Ini yang kita cari. Tapi terkait dengan pelayanan BPJS, kebijakan dari RS Sari Asih untuk lahiran normal tidak bisa menggunakan BPJS. Hmmm… semua ada plus minusnya. Dan kami mengucapkan selamat untuk dokter Wisnu, nama Anda masuk ke dalam check list kami.

Tidak puas sampai disini, kami akan terus mencari dokter kandungan dan rumah sakit yang benar-benar pas buat kami. Kok pilih-pilih banget sih. Harus dunk, kami sebagai calon orang tua akan memberikan yang terbaik buat debay. Karena anak adalah amanah dari sang pencipta. So, who’s the next doctor? ***

 

Iklan
Komentar
  1. Dika berkata:

    Wah salam kenal buat calon abi dan ummi..udh uk brp skrg? Mudah2an debay nya sehat..aku kmrn jg kontrol dan lahiran di sari asih ciledug sm dokter arum..buat aku dokter arum recommend deh..dulu jg shopping dokter ampe ketemu yg cocok..susah2 gampang..moga ketemu yg sreg ya?!

  2. oclink berkata:

    maaf nih baru bales, hehe… insyaAllah nanti lahiran di RS Sari Asih dengan dr. Wisnu. pengenku sih di Bhakti Asih karena bisa BPJS, tapi istri lebih nyaman di Sari Asih. saya ngikut aja deh hehehe…

  3. Dika berkata:

    Insua Allah ntar lahiran diberi kemudahan..Di sari asih ok kok..perawatnya ramah2..Bukannya sari asih jg bs bpjs?

  4. Puja Wijaksono berkata:

    Assalammualaikum, mau tanya saya juga sependapat dengan anda soal Dr. Arum. saya juga pindah ke dr lain. tapi kalo dr Wisnu katanya biayanya lebih mahal ya? Dokter biasa 118 rb sedangkan Wisnu 175 rb. dan antriannya juga banyak bahkan saya pernah dengar katanya juga bisa sampe jam 12 malam. apa itu benar?

  5. abiray berkata:

    walaykumsalam. mohom maaf late respon. betul, dokter wisnu lebih mahal dan pernah juga antri sampe jam setengah 12 malam. nanti kalau lahiran anak kedua, ga ke dr.wisnu lagi deh. menurut saya dr.wisnu lebih menggampangkan, dan saat istri mau lahiran dan diinduksi, dr. wisnu beberapa kali nawarin sesar.

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s